أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ مَالِكٍ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ حُمَيْدَةَ بِنْتِ عُبَيْدِ بْنِ رِفَاعَةَ عَنْ كَبْشَةَ بِنْتِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ أَبَا قَتَادَةَ دَخَلَ عَلَيْهَا ثُمَّ ذَكَرَتْ كَلِمَةً مَعْنَاهَا فَسَكَبْتُ لَهُ وَضُوءًا فَجَاءَتْ هِرَّةٌ فَشَرِبَتْ مِنْهُ فَأَصْغَى لَهَا الْإِنَاءَ حَتَّى شَرِبَتْ قَالَتْ كَبْشَةُ فَرَآنِي أَنْظُرُ إِلَيْهِ فَقَالَ أَتَعْجَبِينَ يَا ابْنَةَ أَخِي فَقُلْتُ نَعَمْ قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّمَا هِيَ مِنْ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ وَالطَّوَّافَاتِ
Hadits Nasai No.67
[[[Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dari [Malik] dari [Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah] dari [Humaidah binti Ubaid bin Rifa'ah] dari [Kabsyah binti Ka'ab bin Malik] bahwa [Abu Qatadah] masuk ke dalam-menemuinya -kemudian menyebutkan suatu kalimat -yang maknanya- aku menuangkan air wudlu kepada beliau, lalu datang seekor kucing yang meminum air wudlu tersebut. Beliau lalu menyodorkan bejana tadi kepada kucing tersebut hingga kucing tersebut meminumnya. Kabsyah berkata, "Dia melihatku sedang memperhatikannya, maka dia berkata, 'Apakah kamu merasa heran wahai anak perempuan saudaraku? ' Aku berkata, 'Ya'. Dia berkata, 'Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, " Kucing itu tidak najis. Kucing itu termasuk hewan yang ada di sekeliling kalian."]]] (H.R Nasai No. 67)
Rasulullah pun Penyayang Kucing
Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, di
kala Nabi hendak mengambil jubahnya, ditemuinya Mueeza sedang terlelap tidur
dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi
pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya. . Ketika Nabi
kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada Nabi, majikannya.
Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dgn mengelus-elus lembut ke
badan mungil kucing itu tiga kali. . Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi SAW
menerima tamu di rumahnya, Nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh
dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang Nabi sukai ialah ia selalu mengeong
ketika mendengar adzan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti
lantunan suara adzan. Kepada para sahabatnya, Nabi berpesan untuk menyayangi
kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri. . Bahkan hukuman bagi
mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist
disebutkan: Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seorang wanita
dimasukkan ke dalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan
makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di
lantai.” (HR. Bukhari). . Kucing adalah hewan suci. Rasulullah SAW bersabda,
“Ia tidak najis. Ia binatang yg berkeliling. Aisyah pernah melihat Rasulullah
SAW berwudhu dari sisa jilatan kucing.” (H.R AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan
Al-Daruquthni). . Oleh karena itu, kucing adalah binatang yang badan, keringat,
bekas dari sisa makanannya adalah suci, liurnya bersih, serta boleh jadi
hidupnya lebih bersih daripada manusia. Mungkin ini pula-lah mengapa Rasulullah
SAW sangat sayang kepad Muezza, Kucing kesayangannya.
Kitab, BAB, Nomor Hadits
Kitab, BAB, Nomor Hadits
Kitab : Thaharah
BAB :Bekas Jilatan Kucing
No Hadits : 67
Sanad/perawi dari hadits tersebut adalahBAB :Bekas Jilatan Kucing
No Hadits : 67
Penjelesan setiap PERAWI
Pembanding hadits menurut para imam yang lain
- menurut Tirmidzi
- Ahmad
By Nauroh Nazifah











Komentar
Posting Komentar